SIMA’AN & REUNI AKBAR KE-2 HABADA TAHUN 2026 (RITUAL KEILMUAN, SPIRITUALITAS, DAN PENGUATAN JARINGAN PESANTREN)
Kuningan — Pondok Pesantren Mishbahul Huda, Desa Kalimanggis Wetan, Kecamatan Kalimanggis, Kabupaten Kuningan, kembali meneguhkan perannya sebagai pusat transmisi keilmuan dan spiritualitas Islam melalui penyelenggaraan Sima’an dan Reuni Akbar ke-2 HABADA (Himpunan Alumni Pesantren Mishbahul Huda) Tahun 2026, yang puncaknya berlangsung pada Ahad, 18 Januari 2026.

Kegiatan ini tidak semata-mata bersifat seremonial, melainkan merupakan bagian dari tradisi intelektual dan spiritual pesantren yang terus dijaga lintas generasi. Melalui kegiatan sima’an dan reuni alumni, pesantren menghadirkan ruang perjumpaan antara santri aktif, alumni, kiai, dan masyarakat, yang berfungsi sebagai media pewarisan nilai, penguatan identitas kolektif, serta konsolidasi jaringan keilmuan pesantren.

Sima’an sebagai Praktik Budaya Aksara dan Keilmuan
Rangkaian kegiatan dilaksanakan selama tiga hari, yaitu pada tanggal 16, 17, dan 18 Januari 2026. Dua hari pertama difokuskan pada kegiatan Sima’an Santri, yang diikuti oleh 43 santri dengan capaian hafalan yang beragam, mulai dari 1 juz, 15 juz, hingga 30 juz Al-Qur’an. Praktik sima’an ini menjadi simbol kuat budaya aksara pesantren, di mana hafalan tidak hanya diuji secara individual, tetapi juga dipertanggungjawabkan secara kolektif di hadapan guru dan komunitas pesantren.

Selain sima’an Al-Qur’an, kegiatan ini juga diisi dengan sima’an kitab-kitab keilmuan klasik, seperti ‘Aqoid Iman, Jurumiyyah, Hadits Arba’in, hingga Alfiyyah Ibnu Malik. Hal ini menunjukkan bahwa Pesantren Mishbahul Huda tidak memisahkan antara tradisi tahfidz Al-Qur’an dan penguasaan ilmu alat, melainkan memadukannya sebagai fondasi utama pembentukan santri yang berilmu dan berwawasan mendalam.
Reuni Akbar Alumni sebagai Penguatan Jaringan Pesantren
Puncak kegiatan pada tanggal 18 Januari 2026 diisi dengan Reuni Akbar Alumni Pesantren Mishbahul Huda, yang menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan emosional dan ideologis antara alumni dan pesantren. Reuni ini berfungsi sebagai sarana konsolidasi jaringan alumni, sekaligus refleksi atas peran pesantren dalam membentuk perjalanan intelektual, spiritual, dan sosial para alumninya.
Melalui HABADA, alumni tidak hanya diposisikan sebagai mantan santri, tetapi sebagai aktor lanjutan dalam mata rantai dakwah dan pengembangan pesantren. Kehadiran alumni dari berbagai latar belakang profesi dan wilayah menunjukkan meluasnya jaringan pesantren Mishbahul Huda, baik dalam ranah keilmuan, sosial, maupun dakwah kemasyarakatan.

Pesan dan Harapan Kiai
Dewan Pengurus Pesantren Mishbahul Huda, Kiai Iif Lutfi Mubarok, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan santri yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, serta siap menjadi penerus estafet dakwah Islam. Lebih jauh, beliau menegaskan pentingnya peran alumni sebagai mitra strategis pesantren dalam menjaga kesinambungan tradisi keilmuan dan spiritualitas di tengah tantangan zaman.
Menurutnya, soliditas alumni yang terbangun melalui kegiatan semacam ini menjadi modal sosial yang sangat penting bagi keberlangsungan pesantren, baik dalam pengembangan pendidikan, dakwah, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Makna Strategis Kegiatan
Secara lebih luas, kegiatan Sima’an dan Reuni Akbar HABADA Tahun 2026 dapat dipahami sebagai:
-
Ritual keilmuan, yang menegaskan otoritas Al-Qur’an dan kitab klasik dalam tradisi pesantren.
-
Ritual spiritual, yang memperkuat dimensi batiniah santri dan alumni melalui keberkahan majelis ilmu.
-
Ritual sosial, yang membangun dan merawat jaringan alumni sebagai kekuatan kultural pesantren.
Melalui kegiatan ini, Pesantren Mishbahul Huda menunjukkan kesinambungan perannya sebagai pusat pembentukan ulama, dai, dan kader umat, sekaligus sebagai simpul jaringan keilmuan dan sosial Islam di Kabupaten Kuningan.

Agus