DIALOG STRATEGIS ISMAA–AMERICAN UNIVERSITY: MEMPERKUAT PERLINDUNGAN AWAK KAPAL PERIKANAN MIGRAN

DIALOG STRATEGIS ISMAA–AMERICAN UNIVERSITY: MEMPERKUAT PERLINDUNGAN AWAK KAPAL PERIKANAN MIGRAN

Ketua Indonesia Ship Manning Agents Association (ISMAA), Dr. Tohana, mendapatkan undangan dari Accountability Research Center (ARC), American University, Washington DC, Amerika Serikat, dalam rangka memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak-hak awak kapal perikanan migran Indonesia.

Pertemuan yang berlangsung di Bandar Jakarta, Summarecon, Rabu (4/11/2026), pukul 14.00–16.00 WIB tersebut menjadi ruang dialog internasional untuk membahas berbagai persoalan ketenagakerjaan sektor perikanan, khususnya terkait praktik perekrutan awak kapal yang adil, profesional, dan beretika.

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Tohana hadir bersama Sekretaris Jenderal ISMAA, Dr. H. Imron Natsir. Sementara dari American University hadir Judy Gearhart, Research Professor, bersama tim peneliti Accountability Research Center (ARC).

Dr. Tohana: Perlindungan Awak Kapal Harus Menjadi Perhatian Bersama

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua ISMAA, Dr. Tohana menempatkan perlindungan awak kapal perikanan migran sebagai salah satu agenda penting yang membutuhkan perhatian dan kerja sama berbagai pihak, baik pemerintah, asosiasi perusahaan penempatan awak kapal, pelaku usaha perikanan, maupun lembaga penelitian internasional.

Diskusi tersebut membahas pentingnya penerapan *fair and ethical recruitment* atau praktik perekrutan yang adil dan etis. Hal ini mencakup transparansi proses perekrutan, kepastian hak dan kewajiban pekerja, tata kelola perusahaan manning agency, serta tanggung jawab para pelaku usaha dalam rantai pasok industri perikanan.

Menurut Dr. Tohana, dialog antara ISMAA dan lembaga akademik internasional merupakan kesempatan penting untuk memperluas perspektif, bertukar pengalaman, serta membangun pemahaman bersama mengenai tantangan perlindungan awak kapal perikanan migran.

ISMAA juga memandang bahwa tata kelola penempatan awak kapal harus terus diperkuat agar berjalan secara profesional, bertanggung jawab, dan memberikan kepastian perlindungan bagi para pekerja.

Mendorong Implementasi ILO Convention No. 188

Salah satu pembahasan penting dalam pertemuan tersebut adalah penguatan kebijakan ketenagakerjaan yang sejalan dengan International Labour Organization (ILO) Convention No. 188 tentang Work in Fishing.

Konvensi ILO No. 188 menjadi salah satu instrumen internasional yang mengatur perlindungan kondisi kerja awak kapal perikanan, termasuk persyaratan kerja, keselamatan dan kesehatan, akomodasi, pelayanan kesehatan, serta perlindungan sosial.

Pembahasan ini dinilai relevan dengan upaya membangun industri perikanan yang tidak hanya berorientasi pada produktivitas dan kepentingan bisnis, tetapi juga memperhatikan martabat, keselamatan, dan hak-hak pekerja.

Bagi ISMAA, penguatan pemahaman terhadap standar ketenagakerjaan internasional merupakan bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas tata kelola perusahaan penempatan awak kapal Indonesia.

Membuka Peluang Kolaborasi Riset Internasional

Selain membahas persoalan teknis dan kebijakan ketenagakerjaan, pertemuan Dr. Tohana dengan Judy Gearhart dan tim ARC American University juga membuka peluang kolaborasi penelitian.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian mengenai praktik perekrutan awak kapal, tanggung jawab perusahaan dalam rantai pasok perikanan, serta berbagai tantangan yang dihadapi pekerja migran Indonesia di sektor perikanan.

Melalui dialog ini, ISMAA ingin memperluas ruang kerja sama dengan kalangan akademisi dan peneliti internasional guna mendorong lahirnya rekomendasi kebijakan yang berpihak pada perlindungan pekerja sekaligus memperhatikan keberlanjutan industri perikanan.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan sinergi lintas negara dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan sektor perikanan yang semakin kompleks.

Bagi Dr. Tohana, penguatan perlindungan awak kapal perikanan migran membutuhkan komitmen bersama. Profesionalisme perusahaan penempatan, kepastian regulasi, kepatuhan terhadap standar internasional, serta penghormatan terhadap hak pekerja merupakan unsur penting dalam membangun ekosistem industri perikanan yang berkeadilan.

Melalui dialog strategis ISMAA dan American University ini, diharapkan terbangun kerja sama yang berkelanjutan untuk mewujudkan tata kelola penempatan awak kapal perikanan Indonesia yang profesional, beretika, dan berorientasi pada perlindungan hak-hak pekerja.