PERANTAU KUNINGAN DI JAKARTA HADIR LANGSUNG DI INDOSIAR, DUKUNG ROFIA JADI JUARA D’ACADEMY

PERANTAU KUNINGAN DI JAKARTA HADIR LANGSUNG DI INDOSIAR, DUKUNG ROFIA JADI JUARA D’ACADEMY

Dukungan terhadap perjuangan Rofia di ajang D’Academy Indosiar terus mengalir dari masyarakat Kabupaten Kuningan. Dukungan tersebut tidak hanya disampaikan melalui doa dan media sosial, tetapi juga diwujudkan dengan kehadiran langsung sejumlah tokoh dan organisasi perantau Kuningan di Studio Indosiar.

Rombongan dipimpin oleh Yayat Priatna selaku Ketua GNB atau Gerakan Nanggerang Bersatu. Turut hadir Ketua PAMDI Kuningan Asep Sapari, dari Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia; Ketua BARAKUDA Ida, dari Barudak Rantau Kuningan Sunda; Ketua LKB, dari Lintas Kuningan Bersatu; serta Ketua ABR Bunda Ety, dari Anak Banjaran Rantau Bersatu.

Kehadiran mereka menjadi bukti nyata kekompakan masyarakat Kuningan dalam mendukung putri daerah yang sedang berjuang membawa nama daerah di panggung hiburan nasional.

Ketua rombongan sekaligus Ketua GNB, Yayat Priatna, mengatakan bahwa kehadiran para perantau di Studio Indosiar merupakan bentuk dukungan moral agar Rofia semakin percaya diri dalam menghadapi setiap tahapan kompetisi.

“Kami dari Gerakan Nanggerang Bersatu bersama berbagai organisasi perantau Kuningan hadir langsung di Indosiar untuk memberikan semangat kepada Rofia. Ia tidak hanya membawa nama pribadi dan keluarga, tetapi juga membawa nama Kabupaten Kuningan. Kami ingin Rofia mengetahui bahwa masyarakat Kuningan selalu berada di belakangnya,” ujar Yayat Priatna.

Menurut Yayat, dukungan kepada Rofia harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat Kuningan, baik yang berada di kampung halaman maupun di berbagai wilayah perantauan.

“Mari kita satukan doa, semangat, dan dukungan agar Rofia terus melaju dan mampu meraih hasil terbaik. Kehadiran kami di Indosiar menjadi bukti bahwa para perantau tidak hanya mendukung dari jauh, tetapi ikut hadir mendampingi perjuangannya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PAMDI Kuningan Asep Sapari menyampaikan bahwa perjalanan Rofia di D’Academy menjadi kebanggaan bagi insan seni dan musik dangdut di Kabupaten Kuningan.

“Rofia memiliki potensi, karakter suara, dan semangat yang sangat baik. Sebagai bagian dari Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia, kami merasa bangga dan berkewajiban memberikan dukungan. Kami berharap Rofia terus menjaga kualitas vokal, kesiapan mental, kesehatan, dan penampilannya agar dapat memberikan yang terbaik,” kata Asep Sapari.

Asep juga berharap perjuangan Rofia dapat menginspirasi generasi muda Kuningan agar berani mengembangkan bakat dan tampil di tingkat nasional.

“Rofia telah membuktikan bahwa talenta dari daerah mampu bersaing di panggung nasional. Semoga keberhasilannya menjadi motivasi bagi anak-anak muda Kuningan untuk terus belajar, berlatih, dan percaya pada kemampuan dirinya,” ujarnya.

Ketua BARAKUDA atau Barudak Rantau Kuningan Sunda, Ida, mengatakan bahwa masyarakat perantauan tetap memiliki ikatan emosional yang kuat dengan daerah asalnya.

“Walaupun kami tinggal dan bekerja di perantauan, hati kami tetap untuk Kuningan. Ketika ada putri daerah yang tampil dan berjuang di panggung nasional, kami merasa terpanggil untuk hadir langsung. Dukungan ini merupakan bentuk kekeluargaan, kebersamaan, dan kebanggaan kami kepada Rofia,” tutur Ida.

Menurut Ida, perjuangan Rofia juga menjadi momentum untuk memperkuat kekompakan antarkomunitas perantau Kuningan.

“Rofia telah menyatukan berbagai organisasi perantau dalam satu semangat. Kami datang membawa nama komunitas masing-masing, tetapi tujuan kami sama, yaitu mendukung Rofia agar terus melaju dan menjadi kebanggaan masyarakat Kuningan,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Ketua LKB atau Lintas Kuningan Bersatu. Menurutnya, dukungan moral dari masyarakat akan memberikan tambahan energi bagi Rofia saat tampil di hadapan para juri dan pemirsa.

“Kami dari Lintas Kuningan Bersatu hadir untuk memberikan semangat secara langsung. Rofia harus tetap fokus, rendah hati, menjaga kesehatan, dan terus meningkatkan kemampuannya. Ia tidak berjuang sendirian karena masyarakat Kuningan selalu menyertai dengan doa dan dukungan,” ungkap Ketua LKB.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan perjuangan Rofia sebagai momentum memperkuat persatuan.

“Mari kita kesampingkan perbedaan dan menyatukan energi untuk membawa nama baik Kuningan. Apa pun hasil akhirnya, Rofia telah memberi kebanggaan. Namun, tentu kita semua berharap ia mampu melaju sampai menjadi juara,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua ABR atau Anak Banjaran Rantau Bersatu, Bunda Ety, menegaskan bahwa kehadiran para perantau di Studio Indosiar merupakan bentuk dukungan kekeluargaan kepada Rofia.

“Rofia sudah kami anggap sebagai anak dan adik kita bersama. Ia sedang berjuang membawa nama Kuningan dan membutuhkan dukungan dari seluruh masyarakat. Karena itu, kami hadir langsung agar Rofia mengetahui bahwa banyak orang yang mendoakan, menyayangi, dan memberikan semangat kepadanya,” kata Bunda Ety.

Bunda Ety berharap Rofia tetap mempertahankan sikap rendah hati dan tidak melupakan daerah asalnya.

“Tetaplah menjadi Rofia yang ramah, sopan, rendah hati, dan mencintai tanah kelahiran. Jangan pernah merasa berjuang sendirian. Keluarga besar Anak Banjaran Rantau Bersatu dan seluruh perantau Kuningan akan terus memberikan doa serta dukungan,” ujarnya.

Kehadiran GNB, PAMDI Kuningan, mBARAKUDA, LKB, dan ABR di Studio Indosiar memperlihatkan kuatnya solidaritas masyarakat Kuningan. Bagi mereka, hadir langsung bukan hanya untuk menyaksikan penampilan Rofia, tetapi juga untuk menunjukkan bahwa masyarakat perantauan selalu siap mendukung putra-putri daerah yang berjuang meraih prestasi.

Rombongan juga mengajak Pemerintah Kabupaten Kuningan, tokoh masyarakat, komunitas seni, organisasi perantau, pelaku usaha, serta seluruh warga Kuningan di mana pun berada untuk memberikan dukungan positif melalui mekanisme resmi yang ditetapkan oleh penyelenggara D’Academy.

Dari Studio Indosiar, mereka menyampaikan satu semangat bersama: Rofia berjuang, perantau hadir, masyarakat Kuningan bersatu, dan bersama-sama mengantarkan Rofia menjadi juara D’Academy.