SUNAN KUDUS DAN DAKWAH LARANGAN QURBAN SAPI

SUNAN KUDUS DAN DAKWAH LARANGAN QURBAN SAPI

Sunan Kudus mempunyai nama asli Ja'far Shadiq, ia dikenal sebagai Walisongo yang jenius dalam menyebarkan dakwah Islam d tengah-tengah masyarakat Hindu Budha. Ia mampu berdakwah dengan semangat toleransi. 

Salah satu hal yang dilakukan nya adalah membangun Masjid yang sangat unik dan secara arsitektur memiliki kemiripan dengan candi Hindu. Hal itu akhirnya menjadi daya tarik umat Hindu untuk datang ke mesjid.

Selain itu juga ada hal yang menarik dari cara dakwah sunan Kudus adalah fatwa mengenai larangan menyembelih lembu (sapi) bagi masyarakat Kudus sebagai upaya menghormati masyarakat Hindu yang sangat mengagungkan lembu. Sehingga di Kudus tidak ada diketemukan makanan sate sapi tapi yang terkenal adalah sate kerbau. Bahkan pada saat idul adha, hewan yang disembelih dilarang adalah sapi. Itu lah startegi yang dilakukan oleh Sunan Kudus supaya bisa beradaptasi dengan masyarakat sekitar yang pada masa itu masih lekat dengan kebudayaan Hindu. Umat Hindu menganggap bahwa sapi adalah binatang yang suci. Sehingga dilarang untuk dibunuh. Sehingga pada akhirnya sikap tersebut mendorong dan mendapatkan simpati dari masyarakat sekitar.

Disamping itu juga, dalam menghormati umat Budha Sunan Kudus membangun tempat wudhu berbentuk padasan (tempayan yang diberi lubang pancuran). Pedasan wudhu dengan pancuran ini diberi lubang pancuran dan berjumlah delapan buah. Pada masing-masing pancuran diberi arca sebagai nilai estetis yang diletakan diatas pedasan. Maksud dalam pembuatan ini adalah menghormati umat Budha yang mengamalkan delapan ajaran dalam agama Budha yang dikenal dengan nama Asta Sanghika Marga (Jalan Berlipat Delapan). 

Dari beberapa startegi itu dapat kita katakan bahwa Sunan Kudus adalah orang yang visioner dan cerdas dalam bertindak. (AK)