HAUL PANGERAN JAYAKARTA MENJELANG HUT KE-499 JAKARTA, MERAWAT JEJAK SEJARAH DAN PERSAUDARAAN

HAUL PANGERAN JAYAKARTA MENJELANG HUT KE-499 JAKARTA, MERAWAT JEJAK SEJARAH DAN PERSAUDARAAN

Oleh Ayah Didi

Ahad malam, 21 Juni 2026, suasana di Kompleks Masjid Assalafiyah, Jatinegara Kaum, Pulogadung, Jakarta Timur, tampak berbeda dari biasanya. Sejak selepas Magrib, halaman masjid dan area makam dipenuhi masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur pemerintah, serta keluarga besar keturunan Pangeran Jayakarta yang datang dari berbagai daerah.

Malam itu merupakan puncak rangkaian haul Pangeran Achmad Djaketra atau Pangeran Jayakarta IV yang diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap sosok yang memiliki peran penting dalam sejarah lahirnya Jakarta.

Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur hadir mewakili Wali Kota Jakarta Timur bersama sejumlah tamu undangan. Mereka bergabung dengan keluarga besar keturunan Pangeran Jayakarta yang memenuhi kompleks makam sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan sang leluhur.

Dalam sambutannya, Ketua Paguyuban Keluarga Besar Pangeran Jayakarta, Idawara Suprida, menyampaikan apresiasi kepada seluruh kerabat yang hadir, baik yang menetap di Jatinegara Kaum maupun yang datang dari luar daerah.

“Terima kasih kepada seluruh kerabat yang hadir dari segala penjuru, baik yang tinggal di luar Jatinegara Kaum maupun yang menetap di sini. Mari kita terus meneruskan perjuangan Pangeran Jayakarta sesuai dengan profesi dan bidang pengabdian kita masing-masing,” ujarnya.

Ajakan senada disampaikan Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Assalafiyah, Raden Manaf Triyadi. Imam Masjid Assalafiyah itu menilai semangat perjuangan Pangeran Jayakarta perlu diwujudkan dalam upaya membangun dan memajukan Jatinegara Kaum.

Menurutnya, Pangeran Jayakarta merupakan tokoh yang dihormati oleh masyarakat dari berbagai daerah, mulai dari Jawa Barat, Jawa Timur, hingga mancanegara. Kehormatan itu tercermin dari banyaknya peziarah yang datang ke makamnya, termasuk pejabat negara serta anggota TNI.

“Kita semua keluarga, kita semua saudara. Karena itu, mari terus berkumpul sebagai keluarga besar keturunan penerus Pangeran Jayakarta untuk memelihara dan menghormati leluhur kita,” kata Raden Manaf.

Rangkaian haul dipandu oleh Ustadz Raden Syahrul selaku Sekretaris Umum DKM Assalafiyah. Seluruh keluarga besar keturunan Pangeran Jayakarta mengikuti pembacaan doa dan tahlil dengan khidmat.

Sebagai penceramah hadir Ustadz muda keturunan Pangeran Jayakarta, Raden Iskandar Zulkarnain, yang mengingatkan pentingnya meneladani semangat perjuangan para pendahulu, terutama dalam menjaga persatuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Tradisi haul dan ziarah di Kompleks Makam Pangeran Jayakarta yang berada di lingkungan Masjid Assalafiyah telah menjadi agenda tahunan masyarakat Jatinegara Kaum. Kegiatan ini umumnya dilaksanakan menjelang peringatan hari jadi Jakarta dan menjadi ruang perjumpaan antargenerasi untuk merawat sejarah sekaligus mempererat tali silaturahmi.

Menjelang usia Jakarta yang hampir mencapai lima abad, haul Pangeran Jayakarta tidak hanya dimaknai sebagai penghormatan kepada leluhur, tetapi juga sebagai pengingat bahwa perjalanan panjang sebuah kota dibangun oleh keteladanan, pengabdian, dan semangat persaudaraan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan silaturahmi antara keluarga besar keturunan Pangeran Jayakarta bersama para tamu undangan yang hadir, menandai berlanjutnya ikatan kebersamaan yang telah terpelihara selama berabad-abad. (AK)