Rakernas SP PLN 2026: Said Iqbal Siap Dorong Evaluasi Kontrak Listrik Swasta demi Kesejahteraan Buruh
Jakarta – Penasehat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, menegaskan komitmennya memperjuangkan kepentingan pekerja saat memberikan pidato pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Serikat Pekerja PLN (SP PLN) 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Said Iqbal menyampaikan bahwa pengangkatannya sebagai Penasehat Khusus Presiden setingkat menteri menjadi peluang bagi kalangan buruh untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Sorotan utama pidatonya adalah struktur biaya PLN yang dinilai terbebani oleh kontrak pembelian listrik dari perusahaan swasta. Menurutnya, skema take or pay yang mewajibkan PLN tetap membayar listrik meskipun tidak seluruhnya digunakan akibat kondisi oversupply telah meningkatkan beban keuangan perusahaan. Ia juga menilai penggunaan mata uang Dolar AS dalam kontrak tersebut semakin memberatkan PLN ketika nilai tukar rupiah melemah.
Untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, Said Iqbal meminta pengurus SP PLN segera mengirimkan surat resmi sebagai dasar baginya mengajukan permohonan kepada Presiden agar dilakukan peninjauan kembali terhadap kontrak-kontrak pembelian listrik dengan pihak swasta. Langkah itu diharapkan dapat menciptakan struktur biaya PLN yang lebih sehat dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan pekerja.
Selain itu, Said Iqbal juga merespons aspirasi mengenai batas usia pensiun karyawan PLN. Ia meminta usulan tersebut disampaikan secara resmi agar dapat dikoordinasikan dengan pihak terkait sebagai bahan pembahasan penyesuaian Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
Dalam bidang kebijakan nasional, Said Iqbal menyatakan dukungannya terhadap konsep Ekonomi Konstitusi yang diusung Presiden Prabowo berdasarkan Pasal 33 UUD 1945. Ia juga mengapresiasi berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai berpihak kepada rakyat dan buruh, termasuk program makan bergizi gratis serta kenaikan upah minimum sebesar 6,5 persen untuk menjaga daya beli pekerja.
Menutup pidatonya, Said Iqbal mengajak seluruh anggota SP PLN untuk terus memperkuat solidaritas dan memperjuangkan hak-hak pekerja melalui dialog yang konstruktif. Menurutnya, buruh merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan pembangunan nasional yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Agus