GERAKAN “SATU RUMAH SATU POHON” DIGULIRKAN DI RW 03 JATINEGARA KAUM

GERAKAN “SATU RUMAH SATU POHON” DIGULIRKAN DI RW 03 JATINEGARA KAUM

Oleh Ayah Didi  

Pokja Proklim RW 03 Jatinegara Kaum  

JAKARTA, 26/4/2026—Upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat terus didorong melalui Program Kampung Iklim (Proklim). Salah satunya diwujudkan lewat gerakan “Satu Rumah Satu Pohon” yang mulai digulirkan di RW 03, Kelurahan Jatinegara Kaum, Jakarta Timur.  

Lurah Jatinegara Kaum, Enrica, mengatakan gerakan menanam pohon menjadi bagian penting dalam Proklim, terutama untuk mendorong kedaulatan pangan warga di tengah tantangan perubahan iklim. Hal itu disampaikan saat kegiatan tatap muka bersama warga di KTH 3 Rumah Kaum Jayakarta, Ahad (26/4/2026).  

“Menanam pohon di setiap rumah diharapkan menjadi gerakan bersama masyarakat, khususnya di wilayah yang sudah menjalankan Proklim seperti RW 03,” ujar Enrica.  

Gerakan tersebut ditandai dengan penanaman perdana pohon kopi jenis liberika di lahan KTH 3. Penanaman ini menjadi simbol dimulainya komitmen kolektif warga dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga lingkungan.  

Menurut Enrica, menghadapi perubahan iklim menuntut masyarakat untuk lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan. Ia mendorong warga memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam berbagai jenis tanaman pangan, seperti singkong, talas, kangkung, sawi, hingga sayuran lainnya.  

Bagi warga yang tidak memiliki lahan pekarangan, penanaman tetap dapat dilakukan dengan memanfaatkan pot sederhana. “Bisa menggunakan ember bekas, galon air minum, atau wadah plastik yang tidak terpakai,” katanya.  

Ia menegaskan, setiap rumah diharapkan menanam minimal satu pohon, baik di tanah langsung maupun dalam pot. Selain memperindah lingkungan, tanaman tersebut juga dapat menjadi cadangan pangan keluarga. “Kalau ibu-ibu menanam cabai atau terong, hasilnya bisa langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur,” ujarnya.  

Gerakan ini diharapkan menjadi langkah awal menjadikan RW 03 sebagai pionir wilayah Proklim yang berkelanjutan. Enrica juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pengurus RW, LMK, PKK, posyandu, hingga karang taruna, untuk terlibat aktif dalam pelaksanaannya.  

Secara nasional, Proklim merupakan inisiatif berbasis masyarakat yang digagas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk meningkatkan kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim. Salah satu fokusnya adalah penguatan ketahanan pangan lokal melalui pemanfaatan pekarangan, pertanian organik, serta pengelolaan air yang berkelanjutan.  

Melalui pendekatan ini, masyarakat didorong mengembangkan urban farming, diversifikasi tanaman, hingga pengolahan sampah organik menjadi kompos. Selain memperkuat ketahanan pangan, langkah tersebut juga berkontribusi mengurangi risiko bencana iklim seperti kekeringan dan banjir.  

Gerakan “Satu Rumah Satu Pohon” di RW 03 menjadi contoh konkret bagaimana inisiatif lokal dapat berperan dalam menjawab tantangan global. Dari halaman rumah yang sederhana, upaya menjaga lingkungan sekaligus memastikan ketersediaan pangan dimulai.